Makna Sosiologis Penggunaan Lebih dari Satu Akun Media Sosial di Kalangan Gen Z
Kata Kunci:
Generasi Z, pengelolaan kesan, identitas digitalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosiologis penggunaan lebih dari satu akun media sosial di kalangan Generasi Z. Perkembangan media sosial mendorong individu untuk membangun dan mengelola identitas digital secara strategis dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena kepemilikan akun ganda, yaitu akun utama dan akun kedua, menunjukkan adanya pemisahan antara ruang publik dan ruang privat dalam interaksi daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan berusia 17–25 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana serta didukung teori dramaturgi dari Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan akun ganda merupakan bentuk pengelolaan kesan (impression management) dan negosiasi identitas sosial di media digital. Akun utama digunakan sebagai ruang publik untuk menampilkan citra diri ideal, profesional, dan dapat diterima secara sosial, sedangkan akun kedua dimanfaatkan sebagai ruang privat untuk mengekspresikan diri secara lebih bebas, personal, dan autentik. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa Generasi Z secara aktif membangun batas antara identitas publik dan identitas privat sebagai strategi adaptasi sosial di era digital.
Referensi
Agung Pribadi; Yenrizal; Fera Indasari. (2025). Pengungkapan Diri Generasi Z Melalui Media Sosial Instagram (Studi pada Mahasiswa FISIP UIN Raden Fatah Palembang). Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 11(6).
Aulia, K. P., Ramadhani, S. P., & Agitashera, D. (2025). PENGGUNAAN SECOND ACCOUNT INSTAGRAM SEBAGAI RUANG AMAN UNTUK PRESENTASI DIRI GEN Z. Jurnal Ilmu Komunikasi (AKMRTV), 15(2), 84–93.
Boyd, D. (2021). It ’ s Complicated : The Social Lives of Networked Teens it ’ s complicated (Issue January 2014). Yale University Press. https://doi.org/10.12987/9780300166439
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. In Journal of Social and Administrative Sciences (4th ed., Vol. 4, Issue June). SAGE Publications. https://books.google.com/books/about/Research_Design.html?id=4uB76IC_pOQC
Fajar Iqbal. (2025). INSTAGRAM DAN BUDAYA PERSONAL BRANDING ( Studi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ).
Goffman, E. (1959). The Presentation of Self in Everyday Life. Doubleday Anchor Books.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis - Matthew B. Miles (IND).
Nasrullah, R. (2015). Media Sosial Persfektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi.
Nurlaila, C., Aini, Q., Setyawati, S., & Laksana, A. (2024). Dinamika Perilaku Gen Z Sebagai Generasi Internet. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 1(6), 95–102. https://doi.org/10.62383/konsensus.v1i6.433
Nurrachmah, S. (2025). Strategi Ekspresi Diri dan Identitas Digital Generasi Z di Media Sosial X: Studi Kuantitatif tentang Gaya Komunikasi dan Keterlibatan Audiens. Riviera Publishing, 4(7), 439–446. https://doi.org/10.58344/jmi.v4i7.2411
Sari, R. P., Trenggono, N., Aryanti, N. Y., Ashaf, A. F., & Kartika, T. (2025). Peran Media Sosial dalam Pembentukan Identitas : Perspektif Cultural Studies. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 5(4), 7282–7290.
Sokowati, M. E., & Manda, S. (2022). Multiple Instagram Accounts and the Illusion of Freedom. Komunikator, 14(2), 127–136. https://doi.org/10.18196/jkm.15914
Sun, J., Hayati, A., Ghazali, A., Saiful, R., & Abdul, N. (2025). Imagined Audiences and Social Media Fatigue Among Young Adults : The Mediating Role of Impression Management. SAGE Open, 15(4), 1–20. https://doi.org/10.1177/21582440251397448
